Surabaya — Semangat menuntut ilmu dan memperkuat iman kembali ditunjukkan oleh siswa-siswi SMA Muhammadiyah 1 Surabaya (SMAMSA). Pada Ahad, 8 Februari 2026, kelas XII-5 menggelar kegiatan Pengajian Keliling KALAM (Kajian Islam) sebagai bagian dari upaya membangun karakter Islami sekaligus mempererat ukhuwah di antara para siswa. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan, suasana hangat, dan semangat kebersamaan yang tinggi.
Pengajian KALAM menjadi wadah pembinaan ruhiyah bagi siswa di tengah padatnya aktivitas akademik kelas akhir. Di saat sebagian pelajar memanfaatkan waktu libur untuk beristirahat, siswa kelas XII-5 justru memilih mengadakan majelis ilmu, sebuah pilihan yang mencerminkan kesadaran spiritual dan kedewasaan berpikir.
Hadir sebagai penceramah, Ust. A. Munhamir, M.Pd.I, memberikan tausiyah yang menggugah hati. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam kepada para siswa SMAMSA yang masih mampu meluangkan waktu dan memprioritaskan kegiatan yang bermanfaat dibandingkan sekadar mengisi hari libur dengan aktivitas biasa.
“Saya sangat mengapresiasi anak-anak SMAMSA yang tetap memilih hadir di majelis ilmu. Ini tanda hati yang hidup. Di saat banyak yang memilih liburan, kalian memilih sesuatu yang lebih bernilai di sisi Allah,” ungkap Ust. Munhamir.
Dalam ceramahnya, beliau mengangkat tema tentang tanda-tanda puasa yang diterima oleh Allah SWT. Salah satu indikator utama, menurut beliau, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan adanya perubahan akhlak yang nyata setelah menjalankan ibadah, terutama kepada orang tua.
Ust. Munhamir menegaskan bahwa puasa yang benar akan melahirkan pribadi yang lebih lembut, lebih taat, dan lebih berbakti.
“Tanda puasa kita diterima adalah akhlak kita kepada orang tua menjadi lebih baik dari sebelumnya. Jika setelah puasa kita lebih sabar, lebih hormat, dan lebih patuh kepada orang tua, insyaAllah puasa itu membawa keberkahan,” jelas beliau di hadapan para peserta kajian.
Para siswa mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian. Diskusi ringan dan refleksi diri turut mewarnai suasana, menjadikan pengajian ini tidak hanya sebagai kegiatan rutin, tetapi juga momentum muhasabah dan penguatan nilai-nilai keislaman menjelang masa depan mereka.
Kegiatan KALAM diharapkan mampu terus menumbuhkan kebiasaan baik, memperkokoh iman, serta membentuk generasi SMAMSA yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kuat dalam akhlak dan spiritualitas. Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap ilmu, siswa kelas XII-5 telah menunjukkan bahwa waktu terbaik adalah waktu yang digunakan untuk mendekat kepada Allah SWT.
Semoga kegiatan Pengajian Keliling KALAM ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk senantiasa menghidupkan hati dengan ilmu, memperbaiki akhlak, dan menjadikan setiap langkah sebagai jalan menuju ridha Ilahi.
Thoriq M