SURABAYA – Aula Buya Hamka SMA Muhammadiyah 1 Surabaya (SMAMSA) tampak semarak pada Senin (9/2). Ratusan karya batik tulis nan artistik berjajar rapi dalam pameran seni budaya bertajuk “Wastra Loka”. Acara ini merupakan puncak kreativitas sekaligus tugas akhir bagi siswa kelas XII sebelum mereka melangkah ke jenjang pendidikan tinggi.
Mengambil inspirasi dari kekayaan flora Indonesia, para siswa tidak hanya unjuk gigi dalam membatik, tetapi juga mengelola seluruh rangkaian acara secara profesional. Suasana pameran semakin hidup dengan adanya penampilan inaugurasi, photobooth estetik, hingga berbagai permainan interaktif yang melibatkan pengunjung.
Wadah Ekspresi dan Kemandirian
Kepala SMAMSA, Moch. Yulianto, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi saat membuka acara. Beliau menegaskan bahwa "Wastra Loka" bukan sekadar pameran biasa, melainkan ruang bagi siswa untuk mempraktikkan karakter disiplin dan tanggung jawab.
"Kami ingin menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa sejak dini. Saya berharap karya-karya luar biasa ini tidak berhenti di sini, tapi terus dikembangkan hingga memiliki nilai ekonomi dan layak dikomersialkan," ujar beliau optimis.
Edukasi Melalui Seni
Senada dengan hal tersebut, Dio Alief Pratama Putra, S.Pd., selaku Guru Seni Budaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga batik sebagai warisan dunia. Sementara itu, Ayuningtyas Prameswari, M.Pd., berharap proses kreatif yang panjang dalam membuat batik dapat membentuk mentalitas pejuang bagi siswa.
"Melalui proses mencanting dan mewarnai, siswa belajar tentang kesabaran dan ketelitian. Nilai-nilai positif inilah yang kami harap menjadi bekal mereka di masa depan," tambah Ayuningtyas.
Pameran "Wastra Loka" sukses menjadi saksi betapa generasi muda Muhammadiyah mampu menyelaraskan modernitas dengan kearifan lokal. Kegiatan ini ditutup dengan rasa bangga dan haru, menjadi kenangan manis bagi siswa kelas XII di akhir masa studi mereka di SMAMSA.
(Penulis: Anisah Rahma Hidayat)