SURABAYA — Perwakilan pelajar SMA Muhammadiyah 1 (SMAMSA) Surabaya berkesempatan menghadiri Jambore Sahabat Sebaya yang digelar oleh Forum Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMA Kota Surabaya. Acara yang menghadirkan sejumlah pakar psikologi tersebut berlangsung di Universitas Ciputra (UC) Surabaya, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua MGBK Surabaya, Tri Setyanto, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa jambore ini diadakan untuk mencetak generasi muda yang mampu menjadi teman diskusi bagi sebayanya, serta membantu menyelesaikan masalah remaja hingga persoalan pribadi tanpa rasa canggung atau takut kepada konselor sekolah.
Pada sesi pertama, para delegasi SMAMSA menerima pembekalan materi mengenai safe zone magnet, daya tarik penting, hingga syarat menjadi konselor sebaya dari Guru Besar Universitas Ciputra Surabaya, Prof. Dra. Jenny L. Setiawan, M.A., Ph.D. Tak hanya mendengarkan teori, para murid juga ditantang untuk aktif dalam diskusi studi kasus dan mensimulasikan penanganan masalah remaja di dunia nyata.
Keuntungan mengikuti kegiatan ini dirasakan langsung oleh salah satu delegasi murid SMAMSA, Lubabul Hadziq. Ia mengaku mendapatkan banyak wawasan baru sekaligus memperluas jaringan pertemanan antarpelajar.
"Dengan mengikuti acara ini, saya mendapatkan kesempatan untuk banyak belajar pengetahuan baru dan berkesempatan berkenalan dengan murid lain di luar sekolah," ungkap Lubabul di sela-sela sesi coffee break.
Memasuki sesi kedua, materi dilanjutkan oleh Dekan Universitas Ciputra Surabaya, Livia Yuliawati, S.Psi., M.A., Ph.D., CLC. Pada sesi ini, para pelajar SMAMSA diajak melakukan praktik langsung (roleplay) konseling secara berpasangan untuk memahami perbedaan antara teknik konseling yang benar dan salah.
Febrian, delegasi SMAMSA lainnya, menyatakan antusiasmenya terhadap sesi praktik tersebut karena memberikan gambaran nyata mengenai peran sebagai tempat cerita yang baik.
"Saya merasa senang karena berkesempatan mendapatkan pengalaman untuk mensimulasikan proses konseling, sekaligus mempelajari perbedaan antara teknik konseling yang benar dan salah," kata Febrian.
Rangkaian acara diakhiri dengan prosesi pelantikan seluruh pelajar yang hadir menjadi anggota konselor sebaya resmi. Setelah mengikuti jambore ini, para delegasi murid SMAMSA siap bertugas di lingkungan sekolah untuk menjadi agen pendukung dan teman diskusi yang suportif bagi rekan-rekan sebaya mereka.
Penulis: Meilina Mouza
0 Komentar