Azra Tech · MARCH SMA MUHAMMADIYAH 1 SURABAYA (MASTERING)
Berita

Berita

UNTUK APA & UNTUK SIAPA PUASAKU ?

Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ia adalah ibadah agung yang memiliki tujuan besar. Maka pertanyaannya: untuk apa dan untuk siapa puasaku?

Untuk Apa Kita Berpuasa?

Untuk Meraih Takwa

Allah ﷻ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

(QS. Al-Baqarah [2]: 183)

Tujuan utama puasa adalah takwa, kesadaran penuh kepada Allah dalam setiap keadaan.

 

Untuk Mendapatkan Ampunan Dosa

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

(HR. Bukhari no. 38; Muslim no. 760)

Puasa menjadi sarana penghapus dosa jika dilakukan dengan iman dan ikhlas.

 

Puasa Itu Khusus untuk Allah

Dalam hadits qudsi Rasulullah ﷺ bersabda:

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Allah Ta’ala berfirman: Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”

(HR. Bukhari no. 1904; Muslim no. 1151)

Puasa adalah ibadah yang paling tersembunyi dan paling dekat dengan keikhlasan.

 

Puasa sebagai Perisai

Rasulullah ﷺ bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ

“Puasa adalah perisai. Maka jika salah seorang di antara kalian berpuasa, jangan berkata kotor dan jangan berbuat bodoh. Jika ada yang mencacinya atau mengajaknya bertengkar, hendaklah ia berkata: Sesungguhnya aku sedang berpuasa.”

(HR. Bukhari no. 1894; Muslim no. 1151)

Puasa membentuk akhlak, menjaga lisan, dan menahan amarah.

2️⃣ Untuk Siapa Puasa Kita?

Hanya untuk Allah

Allah ﷻ berfirman:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

“Padahal mereka tidak diperintah kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”

(QS. Al-Bayyinah [98]: 5)

Puasa bukan untuk pencitraan, bukan untuk pujian manusia, tetapi murni karena Allah.

 

Bukti Cinta kepada Allah

Allah ﷻ berfirman:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Katakanlah (Muhammad), jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

(QS. Ali ‘Imran [3]: 31)

Puasa adalah bukti ketaatan dan kecintaan seorang hamba kepada Rabb-nya.

Peringatan agar Tidak Sia-sia

Rasulullah ﷺ bersabda:

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.”

(HR. Ibnu Majah no. 1690; Ahmad no. 8856)

Hadits ini menjadi muhasabah agar puasa kita tidak sekadar menahan lapar, tetapi benar-benar mendekatkan diri kepada Allah.

Semoga puasa kita diterima, diampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita hamba yang bertakwa.

 

لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Agar kamu bertakwa.”

(QS. Al-Baqarah [2]: 183)

 

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

 

Thoriq M


Share to :